Cara Menanam Jeruk Santang Madu yang Berbuah Lebat

Selamat datang pembaca yang budiman! Tahukah Anda bahwa memiliki tanaman di sekitar rumah dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan dan keseimbangan lingkungan? Salah satu tanaman yang sangat direkomendasikan untuk ditanam adalah jeruk santang madu. Jeruk santang madu adalah salah satu varietas jeruk yang memiliki rasa manis dan lezat, sehingga sangat cocok sebagai cemilan atau bahan baku minuman segar. Namun, bagaimana cara menanam jeruk santang madu yang baik dan benar? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pendahuluan

Sebelum memulai penjelasan tentang cara menanam jeruk santang madu, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu tanaman yang satu ini. Jeruk santang madu merupakan varietas jeruk yang berasal dari Cina dan masuk ke Indonesia pada abad ke-19. Buah jeruk santang madu memiliki kulit berwarna kuning keemasan dan rasa manis yang khas. Buah jeruk ini juga dikenal kaya akan serat dan vitamin C yang baik untuk kesehatan tubuh.

Bagi Anda yang ingin menanam jeruk santang madu di halaman rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Langkah-langkahnya akan dijelaskan di bawah ini secara detail. Selamat membaca!

Langkah-Langkah Cara Menanam Jeruk Santang Madu

1. Pilih Lokasi dan Media Tanam

Lokasi diperlukan untuk menentukan dimana kita akan menanam jeruk santang madu. Jeruk santang madu membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Pilihlah tempat yang terkena sinar matahari secara langsung selama minimal 6 jam sehari.

Memilih media tanam juga perlu diperhatikan. Pastikan media tanam yang akan digunakan memiliki pH yang cocok untuk jeruk santang madu, yaitu antara 6.0 – 7.5. Adapun media tanam yang cocok untuk menanam jeruk santang madu adalah tanah yang gembur dengan kandungan humus yang tinggi.

2. Persiapan Bibit dan Tanah

Saat memilih bibit, pastikan anda memilih bibit yang sehat dengan ukuran yang cukup besar. Ciri-ciri bibit yang sehat yaitu memiliki batang yang kokoh, akar yang kuat, tidak cacat dan tidak ada tanda tumbuh baik.

Pastikan bibit yang akan dipilih bebas dari penyakit dan hama. Selanjutnya, tanah perlu dipersiapkan sebelum tanam. Bongkar tanah dan campurkan pupuk organik untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman.

3. Tanam Bibit Jeruk Santang Madu

Setelah bibit dan tanah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah menanam bibit jeruk santang madu. Buat lubang tanam yang cukup besar untuk memasukkan akar bibit. Kemudian, letakkan bibit ke dalam lubang dan isi dengan tanah yang telah dicampurkan dengan pupuk organik secara perlahan.

Tekan-tekan tanah dengan perlahan agar bibit dapat berdiri dengan kokoh. Pastikan batang bibit berada di tengah-tengah lubang agar terhindar dari penyakit dan hama. Siramlah tanaman dengan air secukupnya tanpa merusak akar.

4. Menyiram dan Memberi Pupuk Rutin

Untuk memastikan bibit tumbuh dengan sehat, pengairan dan pemberian pupuk sangatlah penting. Lakukan penyiraman secara rutin, terutama pada musim kemarau. Pastikan tanah tetap lembab namun tidak tergenang air.

Pemberian pupuk dilakukan secara rutin, mulai dari bibit masih kecil sampai tanaman sudah besar. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk NPK dan pupuk organik. Perbandingannya adalah 2:1. Pupuk NPK diberikan sebanyak 2 sendok makan dan pupuk organik sebanyak 1 sendok makan.

5. Pemangkasan Pohon Jeruk Santang Madu

Pemangkasan pohon jeruk santang madu perlu dilakukan untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman yang baik dan untuk meningkatkan produksi buah. Pemangkasan dapat dilakukan pada saat bibit masih kecil dan ketika tanaman sudah lebih besar.

Pemangkasan yang dilakukan pada bibit masih kecil biasanya dilakukan dengan memotong ujung-ujung daun. Sedangkan, pada tanaman dewasa, pemangkasan dilakukan untuk mengeluarkan cabang dan daun yang tidak diperlukan, serta untuk memotong tunas yang tumbuh di dalam dahan pohon.

6. Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan pestisida perlu dilakukan untuk menjaga tanaman tetap terbebas dari serangan hama dan penyakit. Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, disaat tanaman tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan terlalu banyak menyemprotkan pestisida ke tanaman, karena bisa membuat tanaman cepat mati.

7. Tanaman Jeruk Santang Madu dalam Polybag

Jeruk santang madu dapat juga ditanam dalam pot atau polybag. Tanaman dalam polybag lebih mudah untuk dirawat dan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Pertama, pilihlah polybag yang berkualitas dan memiliki lubang drainase yang baik.

Isi polybag dengan campuran tanah yang gembur dan dicampurkan dengan pupuk organik. Letakkan bibit dan isi kembali dengan tanah. Lakukan penyiraman dan penyemprotan pestisida secara rutin.

8. Penyiangan dan Penjarangan Tanaman

Penyiangan dan penjarangan tanaman perlu dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah dan agar tanaman dapat tumbuh optimal. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput liar dan tanaman lain yang tumbuh di sekitar tanaman jeruk.

Penjarangan dilakukan dengan cara menyingkirkan tunas yang tidak diinginkan dan cabang yang rapat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya persaingan dan untuk meningkatkan kualitas buah.

9. Pemanenan Buah Jeruk Santang Madu

Tanaman jeruk santang madu siap untuk dipanen setelah 12 bulan ditanam. Pemanenan dilakukan pada saat buah sudah matang, yaitu kulitnya berwarna kuning keemasan dan terlihat mengkilap.

Buah yang sudah matang mudah untuk dipetik dengan tangan, tanpa harus menggunakan alat lain. Buah yang dipetik dapat disimpan di ruang yang sejuk dan kering agar tahan lebih lama.

10. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit dapat mengancam pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk santang madu. Pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan dengan menyemprotkan pestisida secara rutin.

Selain itu, bisa juga menggunakan pestisida yang ramah lingkungan dan aman untuk serangga yang menguntungkan seperti lebah, kupu-kupu, dan serangga lainnya.

11. Pengaturan Air dan Drainase

Pengaturan air dan drainase perlu diperhatikan agar tanaman jeruk santang madu tidak kebanjiran atau kekeringan. Pastikan tanah tidak tergenang air dan terkena sinar matahari secara langsung.

Drainase yang baik membuat air cepat keluar dari akar tanaman sehingga tidak menyebabkan kelembaban berlebih di tanah.

12. Perawatan Tanaman setiap Musim

Setiap musim memerlukan perawatan yang berbeda-beda. Pada musim hujan, pengendalian hama dan penyakit perlu lebih ekstra diperhatikan. Sedangkan pada musim kemarau, pengairan perlu dilakukan secara rutin.

Tips dan Trik Menanam Jeruk Santang Madu

Selain langkah-langkah yang telah dijelaskan, ada beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda menanam jeruk santang madu dengan baik.

1. Pilih Bibit yang Sehat

Pastikan Anda memilih bibit yang sehat, bebas dari penyakit dan hama. Pilih bibit yang memiliki akar yang kuat dan tidak terlihat cacat.

2. Periksa Tekstur dan pH Tanah

Pastikan media tanam memiliki pH yang baik dan cocok untuk jeruk santang madu. Periksa juga tekstur tanah, pastikan tanah yang digunakan gembur dan kaya akan nutrisi.

3. Lakukan Penyemprotan Pestisida Secara Teratur

Penyemprotan pestisida dapat membantu mencegah serangan hama dan penyakit pada tanaman. Lakukan penyemprotan pestisida secara teratur dan pilihlah pestisida yang aman untuk tanaman.

4. Atur Pengairan dan Drainase

Pengaturan air dan drainase perlu diperhatikan untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah terjadinya genangan air atau kekeringan.

5. Pemotongan Cabang dan Daun yang Tidak Diperlukan

Pemotongan cabang dan daun yang tidak diperlukan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi buah.

6. Jangan Terlalu Sering dan Kuat Menyirami Tanaman

Terlalu sering dan kuat menyirami tanaman dapat membuat tanaman mati atau tidak tumbuh optimal. Lakukan penyiraman secara rutin namun dengan intensitas yang pas.

7. Lindungi Tanaman dari Sinar Matahari Langsung yang Berlebihan

Sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman menjadi layu atau rusak. Lindungi tanaman dari sinar matahari langsung yang berlebihan dengan cara memberikan rimbunan atau tanaman peneduh.

8. Gunakan Pupuk Organik untuk Nutrisi Tanaman

Pupuk organik dapat membantu memberikan nutrisi yang baik dan alami bagi tanaman. Gunakan pupuk organik secara teratur dan sesuai dosis yang dianjurkan.

9. Lakukan Pemupukan secara Teratur

Pemupukan secara teratur bisa membantu menjaga kesehatan dan pertumbuhan tanaman. Pastikan dosis yang diberikan juga tidak berlebihan agar tanaman tidak mati.

10. Rawat Tanaman dengan Penuh Kasih Sayang

Rawatlah tanaman jeruk santang madu dengan penuh kasih sayang agar tumbuh dengan sehat. Berikan perawatan sesuai kebutuhan tanaman agar pertumbuhan dan produksi buah dapat maksimal.

Demikianlah artikel tentang cara menanam jeruk santang madu yang baik dan benar. Semoga artikel ini dapat membantu Anda menanam jeruk santang madu dan membudidayakan kecintaan terhadap lingkungan. Terima kasih telah membaca artikel ini!

Cara Menanam Jeruk Santang Madu: Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

Jeruk santang madu menjadi salah satu varietas jeruk yang diminati dalam dunia tanaman. Salah satu kelebihannya adalah rasa buahnya yang manis dan segar, sehingga banyak digunakan sebagai buah konsumsi sehari-hari dalam kehidupan rumah tangga.

Selain rasa, jeruk santang madu juga memiliki tekstur daging buah yang tebal dan lebih sedikit berair, membuat jeruk ini lebih tahan lama dan awet di segala kondisi penyimpanan.

Dalam penanaman, jeruk santang madu tergolong mudah dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang cepat, sehingga keberhasilan untuk mendapatkan panen yang melimpah cukup tinggi.

Kekurangan

Tidak hanya kelebihan, namun ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum menanam jeruk santang madu. Salah satunya adalah tanaman ini membutuhkan perawatan yang cukup intensif untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.

Bibit jeruk santang madu juga cukup sulit untuk didapatkan dan banyak diburu oleh para petani, sehingga kadang kala harga bibit ini cukup mahal dibandingkan varietas jeruk lainnya.

Selain itu, jeruk santang madu juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan perlindungan yang baik agar tanaman tetap sehat dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Dalam kesimpulannya, meskipun jeruk santang madu memiliki beberapa kekurangan, namun kelebihan yang dimilikinya tetap menarik minat para petani untuk menanam tanaman ini. Dengan perencanaan dan perawatan yang baik, diharapkan penanaman jeruk santang madu dapat memberikan hasil panen yang melimpah dan berkualitas.

FAQ

1. Apa itu jeruk santang madu?

Jeruk santang madu atau dikenal juga dengan nama Honey Murcott adalah jenis jeruk yang berasal dari Florida, Amerika Serikat. Buah ini memiliki rasa manis dengan sedikit keasaman dan sangat disukai sebagai buah santapan segar atau dijadikan bahan dalam berbagai masakan.

2. Kapan waktu yang tepat untuk menanam jeruk santang madu?

Waktu yang tepat untuk menanam jeruk santang madu adalah pada musim semi atau musim gugur. Hal ini karena pada kondisi tersebut suhu dan kelembaban udara yang ideal untuk pertumbuhan tanaman tersebut.

3. Bagaimana memilih bibit jeruk santang madu yang baik?

Pilih bibit jeruk santang madu yang memiliki batang tegak dan kukuh serta akar yang sehat dan berwarna putih. Selain itu, pastikan juga bibit tidak terserang hama atau penyakit.

4. Bagaimana cara menanam jeruk santang madu?

Caranya adalah dengan memilih lokasi yang terkena sinar matahari langsung dan memiliki akses kelancaran air. Lubangi tanah dengan kedalaman 50-60cm lalu beri pupuk organik sebanyak 200gram untuk setiap lubang. Setelah itu, tanam bibit jeruk santang madu dan taburkan sekam atau daun kering di sekitar bibit untuk menjaga kelembaban. Siram bibit setiap 2-3 hari.

5. Bagaimana cara merawat jeruk santang madu?

Pastikan tanaman terhidrasi dengan baik dengan cara menyiram bibit setiap 2-3 hari. Berikan pupuk alami atau pupuk NPK dengan dosis yang disarankan. Gunakan insektisida atau fungisida jika tanaman terserang hama atau penyakit dan hindari penggunaan bahan kimia yang berbahaya.

6. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jeruk santang madu?

Jeruk santang madu membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun untuk mencapai tahap produktif atau dapat berbuah dengan baik.

7. Bagaimana cara memanen jeruk santang madu?

Jeruk santang madu siap dipanen ketika buah matang dan kulitnya berwarna oranye. Pemilihan buah yang matang dipanen dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

8. Apa saja manfaat dari biji jeruk santang madu?

Biji jeruk santang madu memiliki efek antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, biji ini juga dapat digunakan untuk mengurangi mual dan muntah serta membantu pencernaan.

9. Bagaimana cara menyimpan jeruk santang madu yang sudah dipanen?

Jeruk santang madu dapat disimpan pada suhu ruangan dalam waktu 3-4 hari atau dalam lemari pendingin selama 1-2 minggu.

10. Bisakah jeruk santang madu tumbuh di dalam pot?

Ya, jeruk santang madu dapat tumbuh di dalam pot dengan ukuran yang cukup besar dan perawatan yang teratur seperti penyiraman dan pemberian pupuk.

11. Bagaimana cara mempersiapkan tanah untuk menanam jeruk santang madu?

Pastikan tanah yang akan digunakan memiliki kandungan unsur hara yang cukup seperti nitrogen, fosfor dan kalium, pH tanah yang baik dan struktur tanah yang baik.

12. Apa saja hama dan penyakit yang sering menyerang jeruk santang madu?

Hama yang sering menyerang adalah kutu daun, ulat grayak dan kumbang daun. Sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah penyakit layu, penyakit bercak bakteri dan karat daun.

13. Apa saja keuntungan menanam jeruk santang madu?

Keuntungan menanam jeruk santang madu adalah dapat memperoleh buah yang sehat dan segar, dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli buah di pasar dan dapat mengurangi penggunaan bahan pengawet pada buah yang ditabur di pasaran.

Kesimpulan

Menanam jeruk santang madu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga menguntungkan. Jeruk santang madu memiliki rasa yang manis dan aromanya yang khas, sehingga disukai oleh banyak orang. Selain itu, jika ditanam dengan baik dan dirawat dengan baik, jeruk santang madu dapat menghasilkan buah yang melimpah dan berkualitas baik.

Untuk menanam jeruk santang madu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama-tama, pilih bibit jeruk santang madu yang berkualitas dan sehat. Pastikan bibit tersebut sudah cukup tua dan memiliki akar yang kuat. Selanjutnya, siapkan lahan yang cukup subur dan terkena sinar matahari yang cukup.

Selama proses penanaman, pastikan untuk memberikan perawatan yang baik, seperti menyiram tanaman secara teratur, memberikan pupuk secara berkala, dan memangkas tanaman jika diperlukan. Dengan perawatan yang baik, jeruk santang madu akan tumbuh dengan cepat dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Penutup

Kesimpulannya, menanam jeruk santang madu dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga menghasilkan manfaat yang besar. Dengan cara yang tepat dalam menanam dan merawat, jeruk santang madu bisa tumbuh dengan cepat dan menghasilkan buah yang berkualitas. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kondisi tanah dan tanaman, serta memberikan perawatan yang baik, sehingga menghasilkan buah jeruk santang madu yang sehat, enak, dan berguna bagi kita semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.